Sabtu, 13 Agustus 2011

night-mareeee

beberapa hari yang lalu, gue mimpi..sesuatu yang absurd banget.

jadi awalnya gini,
gue lagi di rumah gue, menatap tabel logaritma terkutuk yang ditempel di tembok sumpah, ini bagian paling seremnya
tiba-tiba bumi gonjang-ganjing. arjuna lewat, dan seisi rumah berdisko.
trus gue lari keluar rumah, dan mendapati seekor pikachu raksasa pake sarung tinju.
iya, lo ga salah baca. pikachu raksasa pake sarung tinju.

yang kita tahu, pikachu itu imut;
marmut lucu


di mimpi gue dia jadi kayak gini,
marmut lucu kebanyakan minum extra joss

Gue cengo.
pikachu laknat itu gede, segede tiang bendera. dengan bulu dadanya yang laknat, ia melindas sepanjang jalan bendungan jago.
lebih absurd lagi, ada seorang senior KIR gue. dia lagi naik sepeda ontel, dan tau-tau
JEDER
si pikachu menembakan listriknya, *eh, gue gabisa ngerangkai katanya nih
dan senior itu? dia menjerit,
"AAAHHH, ASEEM!" lalu terguling masuk ke kali.
gue terdiam.
bendungan jago luluh lantah akibat pikachu busuk itu. rumah-rumah remuk dibuat main lego, dan ga sedikit dari anak-anak sma 1 *yang entah kenapa nyasar di mimpi gue* bergelimpangan, gosong.

Makhluk itu ketawa. dan ketawanya mirip voldemort. serem banget.
trus gue lari ke rumah, lebih seremnya lagi tabel logaritma tadi masih nempel di tembok.
ga sampe disitu, tau-tau rumah gue jadi markas orang-orang yang selamat dari amukan pikachu tadi.

dalam tingkat yang lebih ekstrim, gue jadi pemimpin "laskar-anti-pikachu" itu.
dengan ngahaynya gue bilang, "kita harus menghentikan benda itu!"
ya, benda

scene berikutnya, gue lagi lari bersama seorang cewe yang gue lupa namanya. keren banget, karena pada kenyataannya, lari 10 meter aja gue udah ambruk, dan disitu gue lari ala baywatch.
dan gue mengendap, di belakang tembok sambil memperhatikan si pikachu tadi nyemok.
ada cewe-cewe mengitari si curut kuning.
disini gue mulai naik darah. ga cuma menghancurkan jalanan depan rumah gue, si pikachu juga udah jadi germo. apa dia lupa ini bulan puasa?

masih dengan kerennya, gue mengendap-endap, tangan gue tau-tau bisa ngeluarin api. ajigile. ditengah-tengah suasana mencekam itu, si pikachu bicara dengan suaranya yang serak-serak laknat.
"tak perlu mengendap-endap. aku bisa tahu kalian disana tanpa perlu melihat. seorang gadis berambut panjang dan anak yang pertumbuhannya menyedihkan"
berlebihan ga sih kalo gue ngerasa dikhianati mimpi sendiri?

sepertinya tidak.
bahkan di dalam mimpi, gue ga diizinkan buat jadi keren.

tersulut emosi, gue lempar api di tangan ke arah si pikachu. dan apinya masuk ke dalem bulunya. nyerep gitu aja. sakti bener loh.

si pikancut itu berbalik, dan saat berikutnya, gue udah disetrum.
gue mati.
trus terdengar teriakan,
"Ga, mau saur gaaa?!"
saat itulah gue nyadar itu cuma mimpi. 

yah, gitulah. absurd banget. pas gue bangun, gue keringet dingin, langsung liat keluar jendela, kalau-kalau ada curut raksasa duduk di atas genteng. ternyata gaada.

keanehan ga cuma terjadi pada dunia nyata, teman-teman.
dan saran saya, mulai saat ini berhati-hatilah pada curut kuning.


mampus serem banget