Sabtu, 30 April 2011

oh mama oh papa, aku masuk tipi

kembali lagi ke rutinitas biasa: ngespam inbox dan mata anda.

ada yang tau cara nge-unfollow di blogspot? kata inyo, ga bisa. sebenernya bisa ga sih?
kalo bisa kasih tau dong.
tenang dulu dun. gue cuma mau nge-unfollow 1 orang. itu juga karena sekarang isi blognya copas semua. 
jadi sing sabar dulu. ojo marah-marah -jawa tanggung inimah-

eh, kemaren masa-masa menjelang UN gue sukses jadi orang norak -biasanya ape?-
soalnya sekolahku tercinte masuk tipi LOL. ga cuma sekali, tapi berkali-kali.
iye, dong, sekolahku kan ketua rayon 2~ -gue demen pas postingan ini turun langsung dicabut jabatan ketuanya-

pertamanya ada di sctv noh. tapi yang disorot koridor doang, bapak gue bilang
"ga tadi guru kamu muncul tuh,"
"yang mana?"
"yang dulu pernah gamasuk sakit demam,"
"mr. coolman?"
"bukan. yang ga ada rambutnya."
semesta terdiam, dan tanpa kata lagi gue tau siapa orang yang dimaksud ayahanda.

GBU pak, never give up, niscaya rambutku akan tumbuh.

trus pas hari pertama UN kan ada reporter noh -ketauan noraknya-
trus kameramennya mainin kamera, diputer-puter gitu keliling, dari bangsal, trus koridor, trus bangsal lagi.

gue kira itu cuma lagi benerin dulu, siap-siap gitu.karena ga bisa ngebedain yang nyala ama mati
gue bilang ke vita,
"vi, kita direkam! ayo! tampang pilon!"
dan kami pun mulai memasang wajah dungu seakan dunia buta.

dan kami melupakan tentang hal itu. 

sampai keesokan harinya, vita bilang ke gue:
vita: "ga..kemarin gue dipanggil tante gue. katanya: "vita tadi masuk TV kok tampangnya blo'on amat."

JEDER.

pengalaman pertama masuk tipi.
dan tampang gue kurang lebih kayak gini:



dan vita yang bertampang seperti ini


dan salah satu orang yang diwawancara adalah anak 91, yang dijuluki "raja onta".

Dengan semua fakta diatas gue jadi berpikir, SMP 5 lebih mirip animal planet atau discovery channel, bertemakan "back to nature"
daripada berita bertema, "UN hari pertama".

oh ibu. oh ayah. jangan kaget keluar dari sana gue banting setir jadi bintang sirkus.

Jumat, 29 April 2011

dongeng

eh, eh, hari ini ulang taun bapake vita loooh~
vita hebat ya, bapake ulang tahun yang ngerayain pangeran william.
-uhum-

iya, tadi gue abis nonton royal wedding di tipi. kenapa? gue pengin liat mukanya pangeran william yang dulu unyu sekarang kayak gimana. ya, banyak yang berubah. rambutnya jadi terkikis ampe ubun-ubun; mungkin ga sengaja kelindes waktu latian militer.
beda banget sama fotonya yang di majalah bobo terbitan taun 90an.
-uhum lagi-

jadi, kira-kira udah 2 mingguan ya gue ga posting? yah, banyak yang terjadi. tapi ga ada yang istimewa. gue ga berusaha bakar kantor kelurahan 2 minggu ini.

ngomong-ngomong soal bakar-bakaran, beberapa hari yang lalu gue sama ibu gue kan ngobrol tuh, trus gue minta ibu gue ceritain dongeng yang dulu sering dia ceritain waktu gue kecil: kura-kura sama macan bakar-bakaran noh. jadi tuh ceritanya tentang kura-kura yang jatuh cinta pada seorang macan penyanyi dangdut, namun tidak direstui oleh sang monyet dan mereka berdua dibakar hidup-hidup.

jadi ceritanya kira2 begini: kura-kura sama macan main bakar-bakaran semacam debus. dimana keduanya bergantian membakar dirinya. nah kura-kuranya masuk tempurung, jadi ga mati, sementara macannya kebakar idup-idup. sadis ya? yah, gue tumbuh dewasa dengan dongeng semacam itu setiap malam.

trus gini dongengnya.
gue: g
ibu gue: i

i: "pada suatu hari, di abad yang terlupakan...ada macan sama kura-kura main bersama. sang macan berkata, "hei, kura-kura, kita main bakar-bakaran yuk!" "ayooo!" sahut kura-kura
g: -mendengarkan dengan seksama-
i: "lalu pergilah mereka untuk membeli korek, kayu bakar, dan minyak tanah (nah lo). beli kayu di matrial,"
g: "matrialnya yang dimana bu? deket komplek listrik?"
i: "iya, disitu aja, jangan jauh-jauh. kasian macannya,"
   "terus beli korek..."
g: "di asen ya?" (asen itu nama pemilik kios deket rumah)
i: "jangan, di asen mahal. ga bisa ketengan. emang macan duitnya cukup apa beli banyak-banyak?"
   "mending belinya di warung abah" (nah, kalo yang ini kios nyaris bangkrut deket rumah gue)
g: "koreknya gas apa kayu?"
i: "yang kayu aja,"
   "trus beli minyak di wi'ok (yang inih...tukang koyo)
g : "lah, emang di wi'ok ada minyak? belinya berapa? sejrigen?"
i: "ada, belinya seliter aja, jangan banyak-banyak."
g : "kenapa ga di pondok bandung aja belinya?" (pondok bandung: daerah deket rumah gue yang rumahnya mepet semua)
i: "ya kamu lagi, pasti pada kabur lah ada macan bisa beli minyak."
g: "oh iya, ya. trus bakar-bakarannya dimana?"
i: "di pondok bandung aja. bakar satu langsung nyamber kemana-mana. mati semua -ketawa setan-"
g : "jangan bu, kasian. ntar macannya digebukin tukang ojek,"
i: "iya sih, disitu banyak tukang ojek. yaudah, bakar-bakarannya di depan kantor kelurahan aja."
g: -membayangkan kantor kelurahan yang kosong jadi tempat debus"
i: "lalu mulailah mereka bakar-bakaran. pertama giliran kura-kura yang dibakar. kura-kura pun masuk ke dalam api yang menyala-nyala. tanpa diketahui sang macan, kura-kura bersembunyi di dalam tempurungnya.

  lalu macan pun memanggilnya, "kura-kuraaa~"
  "kuk" sahut kura-kura."

  kemudian, api pun mati, dan giliran macan untuk dibakar. macannya diem aja pas api dinyalain sama kura-     kura, macannya bego ya?"

  Terus, macan mulai dibakar, si kura-kura memanggil si macan, namun tak ada jawaban. sampai akhirnya api   pun padam.

g: "trus macannya?"
i: "ya abis, tinggal tulang."
g: "anj*ng"
i: "kan tinggal sisa tulang doang tuh, tulangnya dibikin suling sama si kura-kura."

masya allah. suer deh, ga ada rekayasa, ibu gue beneran cerita kayak gini. tanpa gue sadari, gue udah dididik buat jadi psikopat sejak kecil. sebenernya dongengnya masih panjang, nanti kura-kuranya rebutan suling sama monyet, sampe bijinya si monyet digigit. alamak. tapi tatut yang baca pada ngeri ngebayanginnya.

gue diajarin mr. coolman tentang moral value dari setiap dongeng yang gue denger.
dan sekarang, coba anda cari moral value dari dongeng yang baru saja saya tuturkan.

kalo menurut gue:

  1. carilah toko yang menjual korek paling murah
  2. jangan takut membunuh, takutlah pada tukang ojek
  3. kura-kura itu bisa ngomong. dan suaranya: "kuk"
  4. kalo temen anda mati, jadikan tulangnya sebagai suling.
menurut anda begimana?
dongeng seperti apa yang orang tua anda ceritakan sewaktu anda kecil?

oh, ibu. sudah engkau jadikan apa aku ini...?

Kamis, 28 April 2011

Free

I'm free,like a bird
No cage can keep me this time,
because now I fly, so far, to the freedom


UN udah selesai, alhamdulillah ga ada halangan selama 4 hari kebelakang f*ck with math, saya tak akan mengakuimu, matematik.TAK AKAN PERNAH! -striptis di tiang bendera-
Sekarang tingal nunggu hasil..sebulan. uyeeh. wish me luck, semoga gue cepat-cepat memutuskan mau masuk SMA mana.

cukuplah dengan tetek bengek pembukaan ini, saya sendiri udah kangen ga ngespam message box anda.

jadi gini. adalah rahasia umum, mencontek itu hal lumrah dalam ujian, ya tho? apalagi UN, 4 hari penuh siksaan dan tatapan mengiris hati para pengawas yang bakal mempertaruhkan 3 tahun masa belajar.

ayo kita strip-tis (buka-bukaan) aja.
disekolah manapun, pasti ada 1-2 orang, atau mungkin sekelompok orang yang mencontek.yah, gue juga pernah nyontek sama temen sih. tapi yang gue maksud disini: nyimpen "bocor".
iya kan?

miris rasanya, gue belajar keras sampe malem, baca buku sampe jam 8, sementara jam 9 ampe jam 11-nya gambar.
sementara beberapa anak dengan santainya ngantongin secarik kertas contekan.

kalo bisa, gue pengen cubitus tuh anak-anak yang ngantongin contekan. biar robek, robek dah sekalian.


tapi yang lebih menyakitkan, gue ngeliat ironisnya pelajar Indonesia. 

buat apa mereka sekolah selama 3 taun? buang-buang duit orang tua cuma untuk bayar bimbingan belajar yang mahalnya sampe keujung panatat tapi ternyata ga ada gunanya? bikin guru-guru yang rela naik motor dari bekasi atau tangerang sejak pagi buta, bela-belain buat berjibaku dengan 40 anak manusia yang "belum jadi manusia seutuhnya" sakit hati dengan kelakukan mereka? bikin kepala sekolah yang harusnya duduk manis di kantornya sambil minum teh poci tiga ribuan dateng ke rapat dan memohon kepada para pengawas supaya memberi keringanan kalo-kalo mereka melakukan kesalahan?

BAH!

saat itu hari ketiga: bahasa inggris. gue memandang kosong ke tumpukan matras olahraga yang ada di pojok koridor  -yang katanya suka ada cewe duduk kalo hari hujan, hiiii-
gue baris di belakang diska (halo, diska!) yang tengah asyik masyuk dengan kondenya, otak cadangannya.

gue coel kondenya, sapa tau ilmunya bisa ditransfer
gue:    "dis?"
diska: "hoh?"
gue:    "kita ga butuh contekan, kan?" -muka ngenes-
diska: -terdiam sebentar- 
          "nggak kok," -senyum mesum pasrah-
gue  : "kita ga perlu nyatet kunci buat bisa dpet nilai bagus, kan?" -masih dengan muka ngenes-
diska: "kunci kita ada disini," -nunjuk pelipis-

mungkin diska terlalu banyak ngobrol ama guru matematika, karena otak ga ada di pelipis.
dan mungkin ga sepatutnya "saya-yang-otaknya-separo-jongkok-separo-tengkurep" ngomong begitu ke orang yang sudah bagaikan dewa ganesha, baik dalam fisik maupun nalar.

tapi gue cukup puas dengan jawaban diska.

Diska itu salah satu orang yang bisa dipercaya buat bertukar ke-miris-an, orang yang masih senasib dan sepenanggungan dengan gue, a bit of truth in the world of lies. caelah.

masih ada beberapa orang yang mengerti rasanya.

dan gue mau berterima kasih pada diska,
yang menjadi panutan gue di tengah sulitnya hidup sebagai anak jujur -masya allah, gue jujur!- yang ngasih contoh arti, "pintar" sesungguhnya

dan sama vita, 
yang setia mengingatkan gue buat ingat perjuangan guru dan orang tua gue, dan ga ngerusak dengan secarik contekan

kepada mr. coolman si cihui,
yang udah mempercayai gue untuk mengukir senyum puas di wajahnya dengan cara yang "sehat" meski tadi pagi gue selengkat kakinya

dan pak sadjita,
orang yang cukup berani buat mempertahankan prinsipnya, 

apa kata mereka:


Eneng Sumiyati:
"ank skrng ikt UN bnyk bgt yg usaha,dr mulai jurus a ampe z.ngiris w liat penerus bgsa kyta klu mental maling kya gini."
(mantan guru ips gue yang baik hati~)

Yustanri Ahmad:
"Nyesel deh yang tadi nyatet kunci jawaban. Karena : Soal b.ing gampang banget."
(nah, ini baru ngeselin, betewe, dia temen sekelas gue)

Fadhil Naufal
"they said 100% passed but with the wrong way
agreed with Esqy Resina"
(siapakah fadhil? apakah dia pengelana dari antah berantah??)

Esqy Resina
kesel banget sama orang2 yg gamau usaha! oke taudah, mungkin karna gamau ngecawain orang tuanya, tp gak gitu juga kali-_-"
(gue ga begitu kenal sama esqy, tapi anak 91 ini jelas tau artinya "usaha")

Diska P.F
"biarin aja mereka lakukan apa yang mereka suka, tapi mereka ga bakal ngerasain apa yang kita rasakan. kepuasan diri,"
(kawan kondeku yang cihui)

Vita amalia
"iya gue tau rasanya. biarin aja, toh biar gimanapun kita lebih baik dari mereka,"
(ucap sahabatku yang unyu, setelah gue curhat)

Rizqy Fauzi
"biarin aja, itu juga ga bener 100%. gue sih demen kalo ternyata itu bocoran ngasal"
(tentu saja! Rizqy lebih suka menyumpahi daripada meratapi)

yap, itulah kata mereka. bagaimana dengan situ?

:)

betewe, pas UN bahasa inggris gue ketiduran, malah dibangunin sama pengawas. aih, lagi mimpi macem-macem padalah.
pelajaran moral: jangan nyelipin pensil di atas bibir, atau tatapan pengawas ujian akan selalu menyertaimu! HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!