No cage can keep me this time,
because now I fly, so far, to the freedom
UN udah selesai, alhamdulillah ga ada halangan selama 4 hari kebelakang f*ck with math, saya tak akan mengakuimu, matematik.TAK AKAN PERNAH! -striptis di tiang bendera-
Sekarang tingal nunggu hasil..sebulan. uyeeh. wish me luck, semoga gue cepat-cepat memutuskan mau masuk SMA mana.
cukuplah dengan tetek bengek pembukaan ini, saya sendiri udah kangen ga ngespam message box anda.
jadi gini. adalah rahasia umum, mencontek itu hal lumrah dalam ujian, ya tho? apalagi UN, 4 hari penuh siksaan dan tatapan mengiris hati para pengawas yang bakal mempertaruhkan 3 tahun masa belajar.
ayo kita strip-tis (buka-bukaan) aja.
disekolah manapun, pasti ada 1-2 orang, atau mungkin sekelompok orang yang mencontek.yah, gue juga pernah nyontek sama temen sih. tapi yang gue maksud disini: nyimpen "bocor".
iya kan?
miris rasanya, gue belajar keras sampe malem, baca buku sampe jam 8, sementara jam 9 ampe jam 11-nya gambar.
sementara beberapa anak dengan santainya ngantongin secarik kertas contekan.
kalo bisa, gue pengen cubitus tuh anak-anak yang ngantongin contekan. biar robek, robek dah sekalian.
tapi yang lebih menyakitkan, gue ngeliat ironisnya pelajar Indonesia.
buat apa mereka sekolah selama 3 taun? buang-buang duit orang tua cuma untuk bayar bimbingan belajar yang mahalnya sampe keujung panatat tapi ternyata ga ada gunanya? bikin guru-guru yang rela naik motor dari bekasi atau tangerang sejak pagi buta, bela-belain buat berjibaku dengan 40 anak manusia yang "belum jadi manusia seutuhnya" sakit hati dengan kelakukan mereka? bikin kepala sekolah yang harusnya duduk manis di kantornya sambil minum teh poci tiga ribuan dateng ke rapat dan memohon kepada para pengawas supaya memberi keringanan kalo-kalo mereka melakukan kesalahan?
BAH!
saat itu hari ketiga: bahasa inggris. gue memandang kosong ke tumpukan matras olahraga yang ada di pojok koridor -yang katanya suka ada cewe duduk kalo hari hujan, hiiii-
gue baris di belakang diska (halo, diska!) yang tengah asyik masyuk dengan kondenya, otak cadangannya.
gue coel kondenya, sapa tau ilmunya bisa ditransfer
gue: "dis?"
diska: "hoh?"
gue: "kita ga butuh contekan, kan?" -muka ngenes-
diska: "hoh?"
gue: "kita ga butuh contekan, kan?" -muka ngenes-
diska: -terdiam sebentar-
"nggak kok," -senyum mesum pasrah-
gue : "kita ga perlu nyatet kunci buat bisa dpet nilai bagus, kan?" -masih dengan muka ngenes-
diska: "kunci kita ada disini," -nunjuk pelipis-
mungkin diska terlalu banyak ngobrol ama guru matematika, karena otak ga ada di pelipis.
dan mungkin ga sepatutnya "saya-yang-otaknya-separo-jongkok-separo-tengkurep" ngomong begitu ke orang yang sudah bagaikan dewa ganesha, baik dalam fisik maupun nalar.
tapi gue cukup puas dengan jawaban diska.
Diska itu salah satu orang yang bisa dipercaya buat bertukar ke-miris-an, orang yang masih senasib dan sepenanggungan dengan gue, a bit of truth in the world of lies. caelah.
masih ada beberapa orang yang mengerti rasanya.
dan gue mau berterima kasih pada diska,
yang menjadi panutan gue di tengah sulitnya hidup sebagai anak jujur -masya allah, gue jujur!- yang ngasih contoh arti, "pintar" sesungguhnya
dan sama vita,
yang setia mengingatkan gue buat ingat perjuangan guru dan orang tua gue, dan ga ngerusak dengan secarik contekan
kepada mr. coolman si cihui,
yang udah mempercayai gue untuk mengukir senyum puas di wajahnya dengan cara yang "sehat" meski tadi pagi gue selengkat kakinya
dan pak sadjita,
orang yang cukup berani buat mempertahankan prinsipnya,
apa kata mereka:
Eneng Sumiyati:
Yustanri Ahmad:
Fadhil Naufal
"they said 100% passed but with the wrong way
agreed with Esqy Resina"
(siapakah fadhil? apakah dia pengelana dari antah berantah??)
Esqy Resina
kesel banget sama orang2 yg gamau usaha! oke taudah, mungkin karna gamau ngecawain orang tuanya, tp gak gitu juga kali-_-"
(gue ga begitu kenal sama esqy, tapi anak 91 ini jelas tau artinya "usaha")
Diska P.F
"biarin aja mereka lakukan apa yang mereka suka, tapi mereka ga bakal ngerasain apa yang kita rasakan. kepuasan diri,"
(kawan kondeku yang cihui)
Vita amalia
"iya gue tau rasanya. biarin aja, toh biar gimanapun kita lebih baik dari mereka,"
(ucap sahabatku yang unyu, setelah gue curhat)
Rizqy Fauzi
"biarin aja, itu juga ga bener 100%. gue sih demen kalo ternyata itu bocoran ngasal"
(tentu saja! Rizqy lebih suka menyumpahi daripada meratapi)
yap, itulah kata mereka. bagaimana dengan situ?
:)
betewe, pas UN bahasa inggris gue ketiduran, malah dibangunin sama pengawas. aih, lagi mimpi macem-macem padalah.
pelajaran moral: jangan nyelipin pensil di atas bibir, atau tatapan pengawas ujian akan selalu menyertaimu! HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!
iga gue jujur looh^^
BalasHapus