sekarang, jumat, 19 November 2010
6. Musikalisasi puisi
seperti yang udah gue tulis, gue kamis ga latian, padahal baru ganti lagu. kami, kelompok satu santai2 aja karena Agantha bilang, dia bakal di kebumen 3 hari. namun...ternyata...hari jumat Agantha udah masuk!
JEGERRRR!!!!
dan kami sama sekali belum latihan. dan saya ga bawa alat musik, padahal gue berperan sebagai pemain piankika (tsah).
dan Agantha tertawa...
dan ia tertawa...
tertawa....
dan saya melempar sebuah botol aqua ke wajahnya.
beneran! kelompok satu langsung kalang kabut. gue langsung tetotetot latian pianika. Agantha main suling. bayangkan, kami sama sekali belum latihan, dan kami harus maju pertama kali, dalam waktu kurang dari 30 menit!
sambil latian, gue berusaha menahan hasrat buat nyekek Agantha dari belakang.
tapi, untungnya, penampilan kelompok satu berakhir
meskipun, bisa dibilang kelompok satu yang memang paling...er....
gini aja deh.
kelompoknya laras, cuma bermodal gitar, tapi kerennya minta ampun. dia pake lagu apaan gitu, tapi nadanya lambat-semangat. lupa deh, pokoknya keren.
trus kelompoknya Andi. uuh, mereka pake lagu ibu pertiwi sama tanah airku. yang denger bisa nangis, kali saking kerennya.
lalu kami, kelompok satu... melambai...lambai~ nyiur di pantai...~
ah, sudahlah tak usah dibahas.
besengek bener.
7. Renang, blubupblubup
Sabtu, 21 November 2010
gue ikut sekolah renang ke Ancol.
Mia bilang ngumpul jam 7. Shinta bilang jam 8. Gue dateng jam setengah delapan. Dan tau apa yang ngeselin?
pas gue baru sampe, anak2 udah pada naik ke dalem bis. dan aturan baru menyebutkan, "kalo ada anak di dalem bis yang belum megang tiket, bakal diturunin."
besengek. gue harus ngantri lagi, ngambil tiket, dan siap2 ga dapet tempat duduk di bis.
kalo bukan karena males lari 2400 meter minggu depan, gue ga bakal ikut renang.
dan...anda tahu? pas gue renang, waktunya tabrakan dengan ji-fest di UNJ rawamangun. Huweee!!!! padahal gue pengen kesana. buh!
lanjut.
gue berenang (ya iyalah, mau ngapain di kolam?). saya pun berenang, dan berenang.
dan saya dengan bodohnya menyanggupi ajakan teman2 saya yang tinggi buat berenang di kedalaman 1, 4 meter. dan eprlu anda tahu, tinggi saya adalah 149 cm. Iya, saya akui, saya ini bogel.
kemudian, temen2 gue berenang dengan gemulai. gue udah megap2.
shinta bilang,
"ga, lo jinjit aja, biar ga kelelep!"
dan gue jawab
"gue ga jinjit, shin!"
"GUE LOMPAT2!"
iya, gue emang loncat2. aernya udah setinggi leher. dan saat di antara hidup dan mati, gue masih bisa ngobrol sama feli.
gue: "fel, lu kalo berenang kayak duyung deh!"
feli: "makasih! iih, gue emang cantik, kayak putri duyung!"
gue: "bukan putri duyung. ikan duyung (dugong)."
menzalimi orang samapi akhir. itulah gue.
pas gue lagi berusaha mencari setitik harapan untuk hidup, penjaga kolamnya malah ngetawain gue.
"eh, awas, ada dugong!"
ih, awas aja lu. belum pernah gue aduin ke pak sadjita ya? kalo gue ngajak gema berenang, baru deh lu, ngeliat dugong aslinya.
kita kemabli ke tanktop.
akhirnya, setelah perjuangan panjang, gue berhasil ke tepian. trus, gue diajak ke kolam anak kecil. Ya sudahlah, anggap aja gue berperan sebagai baby sitter anak2. di tengah jalan (jalan disini, gue lewat kolam arus). si Rizqy nyoba2 outbond di kolam. gue godain aja.
"kalo gue cabut atuuu aja bulu kaki lu, lu udah jatuh, kali."
dan gue narik2 kakinya sahrul sampe dia beneran jatoh.
kemudian, saya mendapat karma.
pas lagi di kolam kecil, gue kepeleset. Yeah.
saya meluncur, dan terjatuh dengan posisi terduduk. disaat yang sama ketika pantat gue mendarat, gue refleks, jari gue membentuk tanda "peace" atua angka 2.
gue duduk, dengan pantat encok, dan dua tangan gue mengacungkan tanda "peace" ke atas. entah apa maksudnya.
dan semuanya tertawa.
sahrul, syifa, shinta, feli, dea, rizqy dan mia,...semuanya tertawa.
dan saya hanya bisa meringis.
itu namanya karma.
pulangnya, gue diajak Mia ke pantai, menikmati pemandangan laut yang keruh sambil mengingat masa lalu.
disana, dea bilang gini, "gue pengen tereak yang kenceng." gue jawab, "yaudah tereak aja."
"gue gatau caranya"
"sini gue tunjukin. WAAAA!!!!!" gue tereak. herannya, kenapa malah pada ketawa? kan gue cuma tereak doang.
eh, gue disamperin tukang perahu,
"dek, perahu, 10.000 aja."
gue dengan sopan membalas, "wah, perahu ya, bang? coba kalo getek, saya mau deh, bang."
dan,...kayaknya gue kualat sama abang tukang perahu.
sampe rumah, gue diceramahin sama bokap gue gara2 nilai try out primagama di SMA 1 kemaren, buat bokap gue mengecewakan. Hoh. benar2 deh.
ketika semua hal berubah menjadi seperti betmen..
gue beneran dirundung kemalangan beberapa hari terakhir, mungkin, ini kutukan sapi yang gue godain itu? who knows?
bagaimanapun, sesulit apapun cobaan yang ahrus dihadapi, kita harus tetap tersenyum, kan? mungkin kemalangan gue lelucon bagi orang lain.
so, i have to keep smiling, then.
eh, eh, lookie, it's doctor who!!! :D

