5 Mei
dan ulang tahun smp 5.
epic.
Happy birthday both of you~
hari ulang tahun 2 hal yang penting bagi gue, dan gue malah menyibukan diri dengan tidur separo hari
epic fail again.
bodohnya saya, padahal bentar lagi gue bakal misah dengan keduanya p:
yang satu karena gue sma, yang satu karena kuliah.
moar epic fail
Oiye, bener, gue bentar lagi jadi anak sma~
rok biru bakal berganti kelabu
catetan ipa segaban yang gue ukir sebanyak 4 buku disatuin, bakal berganti dengan yang baru
cerita lucu di smp 5 bakal jadi kenangan lalu
dan nada yang sudah dirangkai, bakal berganti jadi lagu
dan e'e akan tetap bau
halah
kenapa gue nulis yang diatas? gatau.
dan karena sekarang musim anak-anak smp kelabakan nyari sma,
gue jadi kebawa-bawa.
thanks to my daddy, yang menekankan gue buat ikutan daftar rsbi yang sebenernya percuma karena tekad gue bulat di ssn, satu hari sebelum tenggat waktu pendaftaran. hurrrr.
ya, satu hari sebelum tenggat waktu.
4 Mei 2011.
hurrdurr.
betewe, siapa aja yang lepas kendali setelah Un selesai?
-tunjuk tangan-
hari senin setelah kamis gue bercumbu dengan kertas soal UN ipa, gue ngajak mia, vita, fadil dan rizqy buat melupakan penat.
"ke ragunan yok!"
epic. sementara anak-anak seusia kami pada umumnya ke mall atau seven eleven, minum slurpee, kami memilih ke ragunan, dan rebutan minum sebotol aqua. objek wisata favorit sejuta umat. apa yang lebih menyenangkan daripada melihat uwa sendiri?
jawabannya: muntah di busway setelah berdesak-desakan bagai ikan sarden.
ya, jadi kami, lima anak imbisil memulai perjalanan kami menuju ragunan, untuk mempererat tali silaturahmi dengan sanak famili.
dan gue udah wanti-wanti sebelumnya. "this is gonna be a looong trip"
bener aje. gue lupa berapa kali kami transit.
berbekal duit yang buat beli teh poci aja susah, dan skill ngebolang fadil yang membawa kami menuju kesesatan, kami menuju ragunan.
rebutan kursi busway, muntah di busway, sampe striptis di pegangan busway
setelah perjuangan keras berebut oksigen dengan penumpang lain, kami bebas.
2 jam perjalanan dan kami tiba di ragunan.
kami disambut dengan pedagang air minum, dengan iming-iming, "goceng dua, dek, goceng dua, didalem panas." kami hanya mengangkat tangan sambil tersenyum, "engga, mba. bawa minum."
frik asli.
kami begitu gembira, setelah lama ga melihat sanak saudara di ragunan. ada gajah, ada komodo, ada buaya, ada leci, ada nata de coco, dan ada om2 yang ngasih makan pelikan pake ikan segar. pesek, gue aja jarang makan ikan.
kandang pertama pelikan. beruntung kami dateng pas waktunya makan. petugasnya asik ngelempar ikan ke pelikan, yang berjibaku berebut seekor ikan yang terkulai lemas, dan gue hanya bisa terpaku dan ngiler. gue mau pura-pura jadi pelikan biar dapet ikan, tapi menyadari postur gue lebih mirip babirusa, ya gajadi.
fadil kemudian bilang gini ke gue,
"ga, gimana kalo ini kertas kita lempar ke pelikannya?" -memilin gumpalan kertas sambil nunjuk mulut pelikan yang lebarrr-
"silakan..."
kami masih punya peripelikanan.
perjalanan kami lanjutkan. kami mencari jati diri...dan menemukannya di kandang monyet.
waktu kami dateng ke kandang primata, mereka jadi ribut, teriak-teriak dan berayun dari ranting ke ranting. entah heboh ngeliat idola, atau memang kami terlalu menjijikan untuk mereka. atau karena mereka memperingatkan bahwa gue bakal muntah di busway.
bahkan seekor wauwau memunggungi kami.
setelah fadul nyanyi, "wauwauwauwau...i know you love me."
hell yeah justin bieber.
trus ada om-om gitu ngebujukin wauwaunya biar mau berbalik. dia bujukin pake kacang dibuang, trus wauwaunya dibelai.
"sayang..." ucap om-om itu geli-geli basah, sambil membelai rambut-rambut lembut si wauwau.
wauwau tak bergeming.
berasa ngebelai istri kali.
kesian amat. sama monyet aja galaku.
trus kami lanjut ke kandang berikutnya, gue gatau namanya, tapi monyet yang warnanya item, kecil, dan diem aja kerjaannya.
pas vita lewat, entah alesan apa monyetnya langsung "liar".
setidaknya satu diantara kami laku di kalangan monyet.
perjalanan terus dilanjutkan. mendaki gunung lewati lembah, naik di jiung turun salemba istilahnya.
lewat kandang ini, kandang itu, dari satu wc ke wc yang lain untuk memenuhi hasrat pipis.
sampe makan pecel yang harganya selangit.
iya, kami berhenti sejenak, sementara vita bertanya apda seorang ibu-ibu bertampang licik
"bu, pecel berapa?"
"enam ribu dek, pake lontong sama gorengan."
woukeh, kami terima tantangannya. si ibu dengan tampang baik hati bilang, "disini semuanya sama dek, 6000 itu udah harga umum."
terserah deh, pada akhirnya kami berlima berebutan minum sebotol aqua..
dan apa yang menyebalkan selain karena gue muntah di busway? ga lama setelah jalan, gue mendapati penjual pecel lain...dengan harga 3.000. you son of a biettttchhhhhees
okeh, setelah puas melihat saudara-saudara kami, dan main ke tempat yang apatuh namanya, yang isinya monyet semua, jam setengah tiga kami pulang.
dengkul gue udah mirip palanya diska begini (baca: kondean), dan muka pun udah teler.
kami berniat naik busway lagi. 2 jam lagi yang akan dihabiskan di atas kaleng beroda itu.
kami naik, desek-desekan, dan gue salaman sama anak ekcil yang tampangnya horor menyadari siapa yang ia jabat tangannya.
dan busway berjalan...berjalan...
gue mulai teler, senderan sama mia yang udah merinding disko takut gue muntahin. ga lama berselang setelah transit pertama, gue mulai ngerasa tanda-tanda ga enak. seakan pecel yang tadi gue makan naik ke leher.
dunia berputar bagaikan trio macan saat itu,dan gue ngeliat...
ada seorang ibu guru (kenapa gue tau? karena dia pake seragam guru!) bertampang jutek ngeliatin gue lamaaaa banget. ngeliat gue kayaknya menjijikan begitu.
dalam hati gue berkata, "bu...gantian dong saya duduk...gantian." berharap ada ikatan batin antara kami berdua.
percuma. entah karena si ibu guru ga bisa telepati atau bolot. ia masih tetap ngeliatin gue. makin mual deh eke.
sampa pada ujungnya, mia bilang,
"udah, kita turun aja kasian iganya..."
thanks mia, you're my savior.
busway berhenti, gue berjalan kelimpungan ke pintu. si ibu guru yang gue yakin dibenci muridnya itu masih ngeliatin gue.
dan tepat di depannya...hasrat itu keluar...bersama seluruh makan siang gue yang udah kentel-kentel gimana gitu.
saya muntah.
di busway yang penuh sesak.
dan mengotori pakaian orang-orang di sekeliling saya.
dan mengotori rok dan pakaian dinas si ibu itu.
yang gue tau, pas gue turun, tampang si ibu guru itu udah mau nangis.
mimpi ama dia semalem sampe dimuntahin anak orang.
setidaknya gue meninggalkan kenangan buat gubernur dki...
hohoho.
kami memutuskan naik kaleng beroda, metromini, kendaraan paling bersahaja setelah bajaj untuk melanjutkan ke terminal senen.
disana, kami puas tidur. puasssssss sekali, gue lupa mimpi apa, tapi puas banget tidurnya.
dan kami ketemu pengamen disitu. iya, gue emang sering ketemu pengamen, mungkin gue dilahirkan dengan susuk pengamen.
tapi yang ini pengamennya asli keren. nyanyinya bukan lagu
"kuingin tahu dimana rumahmu, dan kuingin tahu siapa namamu.."
atau bersua,
"yak, bapak ibu semua, ya, kami disini hanya mencari sesuap nasi dan sebatang rokok..."
seperti yang biasa dikicaukan farid.
bukan. mereka emang nyanyi. tapi lagunya unik sekali.
kira-kira begini:
"kami pernah makan ayam,
tapi pulang dari kondangan,
kami sehari makan,
tiga hari kelaparan,
kami sehari bayar,
tapi lima hari ngutang,
kami makan ayam,
tapi cuma palanya,"
"ya, bapak ibu,
kata orang jakarta mudah cari makan,
tapi disini kami kelaparan,
di jakarta cewek cantik banyak cincin,
bisa jual harga diri,
apalagi bencong jelek,
bisa jual bulu ketek"
kalo gue, mungkin bakal jual bulu kaki. tentunya berkolaborasi dengan jara.
coba kalo gue ga muntah. gue gabakal denger lagu unik ini...dan merencanakan masa depan sebagai penjual bulu kaki.
ini namanya muntah membawa berkah.
betewe, coba itung berapa kali gue ngetik "gue muntah di busway" pada postingan ini ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar