vita hebat ya, bapake ulang tahun yang ngerayain pangeran william.
-uhum-
iya, tadi gue abis nonton royal wedding di tipi. kenapa? gue pengin liat mukanya pangeran william yang dulu unyu sekarang kayak gimana. ya, banyak yang berubah. rambutnya jadi terkikis ampe ubun-ubun; mungkin ga sengaja kelindes waktu latian militer.
beda banget sama fotonya yang di majalah bobo terbitan taun 90an.
-uhum lagi-
jadi, kira-kira udah 2 mingguan ya gue ga posting? yah, banyak yang terjadi. tapi ga ada yang istimewa. gue ga berusaha bakar kantor kelurahan 2 minggu ini.
ngomong-ngomong soal bakar-bakaran, beberapa hari yang lalu gue sama ibu gue kan ngobrol tuh, trus gue minta ibu gue ceritain dongeng yang dulu sering dia ceritain waktu gue kecil: kura-kura sama macan bakar-bakaran noh.
jadi ceritanya kira2 begini: kura-kura sama macan main bakar-bakaran semacam debus. dimana keduanya bergantian membakar dirinya. nah kura-kuranya masuk tempurung, jadi ga mati, sementara macannya kebakar idup-idup. sadis ya? yah, gue tumbuh dewasa dengan dongeng semacam itu setiap malam.
trus gini dongengnya.
gue: g
ibu gue: i
i: "pada suatu hari, di abad yang terlupakan...ada macan sama kura-kura main bersama. sang macan berkata, "hei, kura-kura, kita main bakar-bakaran yuk!" "ayooo!" sahut kura-kura
g: -mendengarkan dengan seksama-
i: "lalu pergilah mereka untuk membeli korek, kayu bakar, dan minyak tanah (nah lo). beli kayu di matrial,"
g: "matrialnya yang dimana bu? deket komplek listrik?"
i: "iya, disitu aja, jangan jauh-jauh. kasian macannya,"
"terus beli korek..."
g: "di asen ya?" (asen itu nama pemilik kios deket rumah)
i: "jangan, di asen mahal. ga bisa ketengan. emang macan duitnya cukup apa beli banyak-banyak?"
"mending belinya di warung abah" (nah, kalo yang ini kios nyaris bangkrut deket rumah gue)
g: "koreknya gas apa kayu?"
i: "yang kayu aja,"
"trus beli minyak di wi'ok (yang inih...tukang koyo)
g : "lah, emang di wi'ok ada minyak? belinya berapa? sejrigen?"
i: "ada, belinya seliter aja, jangan banyak-banyak."
g : "kenapa ga di pondok bandung aja belinya?" (pondok bandung: daerah deket rumah gue yang rumahnya mepet semua)
i: "ya kamu lagi, pasti pada kabur lah ada macan bisa beli minyak."
g: "oh iya, ya. trus bakar-bakarannya dimana?"
i: "di pondok bandung aja. bakar satu langsung nyamber kemana-mana. mati semua -ketawa setan-"
g : "jangan bu, kasian. ntar macannya digebukin tukang ojek,"
i: "iya sih, disitu banyak tukang ojek. yaudah, bakar-bakarannya di depan kantor kelurahan aja."
g: -membayangkan kantor kelurahan yang kosong jadi tempat debus"
i: "lalu mulailah mereka bakar-bakaran. pertama giliran kura-kura yang dibakar. kura-kura pun masuk ke dalam api yang menyala-nyala. tanpa diketahui sang macan, kura-kura bersembunyi di dalam tempurungnya.
lalu macan pun memanggilnya, "kura-kuraaa~"
"kuk" sahut kura-kura."
kemudian, api pun mati, dan giliran macan untuk dibakar. macannya diem aja pas api dinyalain sama kura- kura, macannya bego ya?"
Terus, macan mulai dibakar, si kura-kura memanggil si macan, namun tak ada jawaban. sampai akhirnya api pun padam.
g: "trus macannya?"
i: "ya abis, tinggal tulang."
g: "anj*ng"
i: "kan tinggal sisa tulang doang tuh, tulangnya dibikin suling sama si kura-kura."
masya allah. suer deh, ga ada rekayasa, ibu gue beneran cerita kayak gini. tanpa gue sadari, gue udah dididik buat jadi psikopat sejak kecil. sebenernya dongengnya masih panjang, nanti kura-kuranya rebutan suling sama monyet, sampe bijinya si monyet digigit. alamak. tapi tatut yang baca pada ngeri ngebayanginnya.
gue diajarin mr. coolman tentang moral value dari setiap dongeng yang gue denger.
dan sekarang, coba anda cari moral value dari dongeng yang baru saja saya tuturkan.
kalo menurut gue:
- carilah toko yang menjual korek paling murah
- jangan takut membunuh, takutlah pada tukang ojek
- kura-kura itu bisa ngomong. dan suaranya: "kuk"
- kalo temen anda mati, jadikan tulangnya sebagai suling.
dongeng seperti apa yang orang tua anda ceritakan sewaktu anda kecil?
oh, ibu. sudah engkau jadikan apa aku ini...?
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
BalasHapuslo kenapa, nad? -_-
BalasHapus